• (0286) 321078
  • dikpora@wonosobokab.go.id
  • Log In
  • FAQ
  • English
  • Indonesia

Survei : Ada Tiga Masalah Orang tua Saat Mendampingi Anak Selama BDR.

Sahabat Keluarga---- Ada tiga masalah utama yang dihadapi orang tua dalam mendampingi anak selama belajar dari rumah (BDR) dimasa pandemic Covid-19. Demikian salah satu hasil survei Tanoto Foundation terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) 332 kepala sekolah, 1.368 guru, 2.218 siswa, dan 1.712 orang tua. Tiga masalah itu yakni :

Pertama, sebanyak 56 persen orang tua yang jadi responden mengaku  kurang sabar dan jenuh menangani kemampuan dan konsentrasi anak yang duduk di bangku SD/MI dan 34% orang tua yang anaknya duduk di bangku SMP/MTs.

Kedua, orang tua kesulitan menjelaskan materi pelajaran ke anak untuk SD/MI (19%) dan SMP/Mts (28%).

Ketiga, orang tua kesulitan memahami materi pelajaran anak untuk SD/MI (15%) dan SMP/Mts (24%). 

Merespons hasil survey tersebut, ahli parenting dari Wellness Counselling dan Education Center, Chyntia Pedjokerto, mengatakan, harus ada pengaturan ulang jadwal belajar anak di rumah untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini. "Pengaturan jadwal ini sangat penting untuk menciptakan keseimbangan antara orang tua dan anak,” kata Chyntia pada webinar tentang “Orang Tua Sahabat Anak Belajar” oleh Tanoto Foundation, Kamis (12/11).

Chyntia menuturkan, dengan memiliki jadwal, orang tua bisa meminta dan menyepakati bersama sekolah untuk mendahulukan mana sistem pembelajaran yang harus diterapkan secara daring (Dalam jaringan atau online) dan luring (luar jaringan atau tatap muka. Dari jadwal tersebut orang tua dapat menganalisis kembali mana jadwal pembelajaran yang butuh pendampingan dan mandiri. Lewat jadwal belajar anak, orang tua juga dapat mengatur ruangan belajar yang nyaman selama anak di rumah, sehingga pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Harus diingat PJJ biasanya menghabiskan waktu cukup lama, yakin dua atau tiga jam anak harus berhadapan dengan layar gawai. Tentu ini akan membuat mata sangat letih. “Jadwal visual ini akan menolong terjadinya hal-hal yang tidak terprediksi. Membuat segala sesuatu lebih terprediksi. Ini sangat menolong,” ujarnya. Sementara adanya jadwal belajar, lanjut Chyntia, orang tua bisa memasukkan jadwal-jadwal rutin yang hilang selama pandemi ini. Misalnya, berolahraga dan bersosialisasi dengan tetap mempertahankan protokol kesehatan. Selain itu, orang tua juga bisa menggantikan jadwal keluarga yang hilang, misalnya dengan memasak bersama atau melakukan kegiatan bersama di rumah untuk mengasah soft skill anak. Dengan begitu, orang tua memiliki waktu berdiskusi dan mendengarkan masalah anak. 

Penulis: Eko BH

Editor: Yanuar Jatnika .

Sumber

KOMENTAR

Daftar Komentar