Bagikan

Pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SD dan SMP Kabupaten Wonosobo Tahun 2026

Wonosobo – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu Jenjang SD dan SMP Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan minat dan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian serta pengembangan bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Kegiatan FTBI jenjang SMP dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026, sedangkan FTBI jenjang SD dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026. Kedua kegiatan tersebut bertempat di SPNF SKB Kabupaten Wonosobo dan diikuti oleh 338 peserta jenjang SMP serta 105 peserta jenjang SD yang berasal dari satuan pendidikan di Kabupaten Wonosobo.

Festival Tunas Bahasa Ibu menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra Jawa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa daerah. Melalui berbagai kegiatan kompetitif dan kreatif, peserta didik diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta keberanian dalam menggunakan bahasa Jawa.

Dalam pelaksanaan FTBI jenjang SD dan SMP, peserta mengikuti berbagai cabang lomba yang mengangkat bahasa, sastra, dan seni budaya Jawa, yaitu:

  • Nulis lan Maca Aksara Jawa;
  • Ndongeng;
  • Sesorah;
  • Nulis Cerkak;
  • Maca Geguritan;
  • Nembang Macapat; dan
  • Ndhagel Ijen.

Berbagai cabang lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan peserta didik, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan ekspresi kreatif dalam mengenal serta menggunakan bahasa dan sastra daerah.

Kegiatan FTBI dibuka oleh Bapak Dr. Drs. Musofa, M.Pd., selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pentingnya upaya bersama untuk terus melestarikan bahasa Jawa.

Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa ibu agar tetap digunakan, dipahami, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu, pelestarian bahasa Jawa perlu dilakukan secara bersama-sama melalui lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, serta berbagai kegiatan yang memberikan ruang kepada generasi muda untuk menggunakan dan mengembangkan bahasa daerah.

“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa ibu agar tetap digunakan, dipahami, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” disampaikan dalam arahan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo.

Pelaksanaan FTBI memiliki beberapa tujuan utama, antara lain meningkatkan minat dan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian dan pengembangan bahasa daerah sebagai warisan budaya bangsa, serta menguatkan peran generasi muda sebagai agen transmisi bahasa daerah kepada generasi berikutnya.

Selain itu, FTBI menjadi media ekspresi kreatif bagi generasi muda dalam menggunakan bahasa dan sastra daerah melalui berbagai kegiatan, seperti membaca, menulis, mendongeng, dan seni pertunjukan tradisional.

Antusiasme peserta dalam mengikuti setiap cabang lomba menunjukkan bahwa bahasa dan budaya Jawa masih dapat menjadi ruang pembelajaran yang menarik bagi generasi muda. Peserta tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan berbahasa, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, keberanian tampil, dan apresiasi terhadap kekayaan budaya daerah.

Melalui penyelenggaraan FTBI, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo terus mendorong satuan pendidikan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik dalam mengenal, menggunakan, dan melestarikan bahasa Jawa.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga keberadaan bahasa daerah sekaligus menumbuhkan generasi muda yang memiliki rasa bangga terhadap bahasa dan budaya daerahnya.

Nguri-uri Basa Jawa, Nglestarekake Budaya, Nguwatake Jati Diri.

Tinggalkan Komentar